Search
  • News and Updates

Pentingnya Mengakselerasi ‘Workforce Agility’ – dan Bagaimana Meningkatkannya


Tidaklah mengherankan bahwa, selama masa-masa penuh disrupsi seperti sekarang ini, 84% pemimpin dan profesional HR memandang ketangkasan tenaga kerja atau workforce agility sebagai hal yang sangat penting dalam organisasi.


Jika kita mendefinisikan ‘workforce agility’ sebagai kemampuan individu karyawan agar dengan cepat beradaptasi ke peran atau area baru organisasi guna mendukung perubahan kebutuhan bisnis, relevansinya saat ini – dan di masa depan – tentunya tidak dapat dianggap remeh.


Dengan perbedaan antara kepentingan dan kenyataan, apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ‘workforce agility’? Berikut adalah jawabannya seperti dilansir dari Aon Pulse Survey of HR Professionals yang dirilis di penghujung tahun 2020 lalu.


Keragaman dan Inklusi adalah Kunci untuk Meningkatkan Workforce Agility

Studi tersebut menanyakan tentang faktor kunci yang diperlukan untuk membangun dan mempertahankan ‘workforce agility’. Di dekat bagian atas daftar adalah kemampuan untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang beragam dan menciptakan budaya inklusif. Secara global, 86% responden mengatakan mempertahankan keberagaman dan menciptakan budaya influsif adalah faktor yang sangat penting. Hal ini tidak mengherankan mengingat luasnya pengalaman, perspektif, dan gaya kerja menciptakan kumpulan bakat yang lebih bervariasi untuk dieksplorasi saat membuat perubahan.


Meningkatkan Cara Kerja Jarak Jauh

Hanya dua faktor lain yang dinilai lebih tinggi dari keragaman dan inklusi untuk meningkatkan ‘workforce agility’. Ini adalah alat dan infrastruktur dalam teknologi dan komunikasi yang diperlukan untuk mendukung pergeseran yang terjadi baru-baru ini ke cara kerja yang jauh lebih fleksibel dan berbeda. Seperti contohnya ketersediaan alat pendukung kerja jarak jauh di SMM yang bahkan sudah siap jauh sebelum pandemi COVID-19 merebak, seperti Fiori, WeCare, Zoom, iMemo, SAP, Zoom, Adobe Fill & Sign, Trello, iSafe dan beberapa alat lainnya. Ketersediaan alat-alat pendukung kerja jarak jauh seperti ini sangat membantu perusahaan dan karyawan beradaptasi lebih cepat dengan gaya kerja normal baru.


Tanpa teknologi dan kerangka kerja seperti itu, karyawan tidak dapat merespons dan bekerja dengan gesit. Yang juga penting adalah kemampuan individu untuk menjadi tangkas, rasa ingin tahu yang besar, dan merangkul pembelajaran baru; tiga kompetensi inti untuk kesiapan pekerjaan di masa depan.


Kebutuhan untuk Mengevaluasi Adaptabilitas Karyawan

85% responden mengatakan bahwa kemampuan menilai karyawan untuk kemampuan beradaptasi, kolaborasi, dan komunikasi merupakan komponen penting agar terciptanya tenaga kerja yang gesit serta tangkas.


*Sumber: AON Insights Human Capital “The Importance of Accelerating Workforce Agility – and How To Do It”


9 views0 comments