Search
  • News and Updates

Rangkuman Laporan Tren Konsumer Digital 2020 oleh Facebook dan Bain & Company


5 tahun transformasi digital terjadi dalam 1 tahun

Pada akhir 2020, jumlah konsumen digital di Asia Tenggara akan mencapai 310 juta – di mana sebelumnya laporan tahunan Bain & Company memprediksi angka ini akan tercapai pada 2025. Ini artinya hampir 70% konsumen Asia Tenggara akan beralih ke digital pada akhir tahun 2020. Fenomena penetrasi online pasar ritel di Asia Tenggara ini telah melampaui India, meningkat 1,6x hingga mencapai 5%.


Lebih banyak lagi kategori belanja dilakukan online, termasuk groseri

Konsumen Asia Tenggara tidak hanya cenderung berbelanja online -- seperti yang laporan serupa perkirakan pada 2019 -- namun mereka juga berbelanja dengan lebih banyak kategori produk. Tahun ini, konsumen online membeli rata-rata 5,1 kategori – peningkatan 40% hanya dalam setahun. Orang-orang juga sekarang lebih mudah menerima kebiasaan untuk berbelanja bahan pangan secara online; 43% responden mengatakan bahwa mereka sekarang cenderung membeli secara online bahan makanan dalam kemasan.


Penetrasi pasar online Asia Tenggara melampaui India

Pasar ritel online Asia Tenggara sekarang terhitung 5% dari jumlah total (termasuk offline), sedikit lebih tinggi dari India yang mencapai 4%. Nilai barang dagang kotor e-niaga tumbuh 23% per tahun dari 2018 hingga 2020, lebih cepat dari tingkat pertumbuhan tahunan gabungan China, India dan Gross Merchandise Value (GMV) di Amerika Serikat selama periode yang sama.


Pasar ritel online berekspansi ke lebih banyak lagi kategori, sementara kategori groseri hampir tumbuh 3x lipat

Setiap kategori dalam laporan ini, baik itu konsumen elektronik, aksesoris, alas kaki, perawatan pribadi, kecantikan, dan kebutuhan rumah tangga setidaknya mengalami peningkatan penetrasi ritel online 1,4x dalam kurun waktu 2019 – 2020. Namun, pertumbuhan tertinggi datang dari bahan makanan yang mencapai 2,7x dalam periode yang sama.


Media sosial, video, messenger adalah kegemaran orang banyak dalam menemukan produk

Menurut 62% konsumen, media sosial, video pendek, serta messenger adalah media online terfavorit dalam mencari/menemukan merek dan/atau produk baru. Media sosial terpilih sebagai medium teratas dalam pencarian online, terlebih melalui format video; 63% memilih format video pendek, sementara 54% menyukai video berdurasi sedang.

Lebih mudah berpindah merek

Keterbukaan terhadap merek yang berbeda merupakan ciri banyak orang Asia Tenggara. Dengan lebih banyak pelanggan yang mudah beralih merek, berarti bisnis harus lebih banyak berinovasi demi mempertahankan loyalitas pelanggan.


Keandalan dan nilai-nilai lebih membuat konsumen kembali

Di 6 negara Asia Tenggara, keandalan dan nilai produk adalah dua alasan terkuat bagi konsumen; 42% mengatakan mereka beralih di antara situs web atau merek karena harga yang lebih bersahaja, dan 34% karena kualitas produk yang lebih baik.


Selisih pengeluaran belanja antara kota tier 1 dan tier 2 sudah tidak terjadi lagi

Di seluruh Asia Tenggara, studi menemukan bahwa pembelanja tingkat tinggi sekarang menguasai setidaknya 52% konsumen di kota-kota tier 1 serta 2, dan juga tren ini mengindikasikan peningkatan yang tajam pada tahun 2020.


*Sumber: Facebook and Bain & Company 2020 “Digital Consumers of Tomorrow, Here Today” – a sync Southeast Asia Report.

Foto: Freepik


22 views

(021) 5018 6888

  • LinkedIn
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Twitter
  • Spotify
  • TikTok
  • Icn HR Portal

©2020 by Sinar Mas Mining.