More ▼

Tanah Bumbu Segera Memiliki Puskesmas Pertamanya

PT.Borneo Indo Bara (BIB) mulai melakukan pembangunan Puskesmas Rawat Inap Plus dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor,di dampingi COO. PT. BIB R. Utoro, CEO  PT. GEMS,Bonifasius Huang dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, H.M Muslim,disaksikan sejumlah tamu undangan, Rabu (14/11/2018).

Program CSR dari PT BIB tersebut  dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare yang berlokasi tepat di belakang Puskesmas Sebamban II. Puskesmas ini nantinya akan dilengkapi ruang rawat inap,ruang periksa dokter umum dan spesialis, poli,ruang apotik dan ruang Instalasi Gawat Darurat

Pembangunan Puskesmas rawat inap plus ini merupakan wujud komitmen bersama antara Pemerintah daerah dengan PT Borneo Indo Bara dalam upaya membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Sebelumnya,  selama ini masyarakat di kecamatan Angsana harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan rawat inap di rumah sakit umum daerah atau provinsi.

Selain meletakan batu pertama pembangunan gedung Puskesmas Rawat Inap Sebamban 2, Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, CEO, dan COO PT BIB, juga meresmikan sejumlah proyek pembanguan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Borneo Indobara untuk Kabupaten Tanah Bumbu.


Proyek pembangunan itu adalah Peresmian Proyek Pembangunan Sarana Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di 11 Desa untuk mendukung penyediaan sarana dasar air bersih yang berkualitas dan memadai bagi 25.500 warga.

Peresmian proyek pembangunan Underpass Telkom, Jalan lingkar Angsana, dan pengerasan jalan Desa Trimartani sepanjang 5,2 Km untuk memadai akses jalan masyarakat sekitar tambang PT BIB.

Proyek pembangunan ruang kelas tambahan di 10 (sepuluh) sekolah untuk sarana pendukung kegiatan belajar dan mengajar bagi 420 siswa dilingkar tambang PT BIB.

Kemudian, Proyek Padi Organik (SRI) untuk mendukung program ketahanan pangan Kabupaten Tanah Bumbu melalui peningkatan keterampilan budidaya ramah lingkungan dan berkelanjutan.